Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi: Daripada Tidak Jelas, Hentikan Saja PSBB

61

Bird.petir.co-Dedi Mulyadi selaku anggota DPR RI mengatakan bahwa penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), yang diberlakukan di sejumlah daerah agar diberhentikan, karena menurutnya sudah tidak efektif.

Dilansir dari Antara, Dedi mengatakan, “kondisi sekarang sudah tidak efektif. Saya mengusulkan PSBB diganti dengan karantina komunal berbasis RW dan desa.”

Dedi menuturkan, lewat karantina komunal, di setiap desa mulai tingkat RW disediakan tempat karantina, pos penjagaan, alat pelindung diri, ambulans dan alat pengukur suhu tubuh. Ia juga menyarankan agar tes swab dilakukan di tingkat RW.

Dengan karantina komunal itu, setiap pengurus RW bisa menutup sendiri daerahnya, sehingga jika ada orang yang masuk ke wilayah itu akan diperiksa terlebih dahulu.

Menurut Dedi, masyarakat desa dikenal mandiri dan bisa menjaga kampungnya sendiri, membangun jalan sendiri, membangun pos ronda sendiri, dan bahkan bisa membuat sistem sendiri. Program karantina  komunal itu tengah dilaksanakan di Purwakarta.

Dedi menilai kalau karantina komunal bisa jauh lebih efektif dibanding PSBB. PSBB kata Dedi sudah tidak efektif karena beberapa hal, di antaranya munculnya kebijakan pemerintah pusat yang melonggarkan transportasi.

Pelonggaran transportasi itu malah membuat interaksi orang jadi semakin tinggi dan banyak. Hal ini berbanding terbalik dengan tujuan dari PSBB, untuk menekan jumlah interaksi orang-orang, baik antar-individu maupun antar-wilayah. Namun, lalu lintas mobil masih bisa lolos pos pemeriksaan di tengah PSBB. Penjagaan ketat hanya dilakukan pada jam-jam tertentu.

Dedi menuturkan, kalau PSBB tidak efektif karena aturannya terlalu panjang dan lama, sehingga berdampak pada ekonomi dan sosial masyarakat.

Di sisi lain, ada kebijakan yang berbenturan, yakni PSBB dan kelonggaran transportasi. Kondisi itu membuat masyarakat bingung.

Laman: 1 2

You might also like
close