in , ,

Awas, Jangan Instal Aplikasi VivaVideo

Bird.Petir.co- Aplikasi edit video, VivaVideo ternyata menyimpan bahaya bagi penggunanya. Berdasarkan laporan VPNpro, VivaVideo yang ada di Android dan sudah diunduh lebih dari 100 juta kali ini disebut-sebut merupakan aplikasi mata-mata asal Tiongkok.

Mengutip Security Magazine, Selasa (9/6), VivaVideo rupanya meminta izin-izin berbahaya dari smartphone pengguna.

Izin yang diminta antara lain membaca dan menulis file ke driver eksternal dan membaca lokasi pengguna. Padahal aplikasi edit video tak membutuhkan izin-izin tersebut untuk bisa berfungsi.

VPNpro juga menyebut, VivaVideo memiliki riwayat malware. Pada 2017, VivaVideo masuk dalam daftar 40 aplikasi software yang dicurigai oleh militer India. Para pengguna disarankan untuk menghapusnya.

Sekadar informasi, aplikasi VivaVideo dikembangkan oleh QuVideo, sebuah perusahaan Tiongkok yang bermarkas di Hangzhou.

VPNpro menemukan total 5 aplikasi berbahaya yang dikembangkan oleh QuVideo, di antaranya ada VivaVideo berbayar, SlidePlus, VivaCut, dan Tempo.

Aplikasi VidStatus Bahaya

Di luar itu, VPNpro juga menemukan bahwa QuVideo memiliki aplikasi edit video yang populer di India. Aplikasi yang dimaksud adalah VidStatus yang kini diunduh 50 juta kali di Google Play.

VidStatus merupakan tool video status untuk WhatsApp. Aplikasi ini meminta 9 izin berbahaya dari perangkat pengguna. Misalnya saja izin GPS, kemampuan membaca status ponsel, membaca kontak, hingga riwayat panggilan.

Aplikasi ini juga diidentifikasi sebagai malware oleh Microsoft. Pasalnya di dalamnya terdapat Trojan yang diketahui bernama AndroidOS/ AndroRat.

Trojan jenis ini bisa mencuri data perbankan pengguna, informasi PayPal, hingga cryptocurrency.

Tidak berhenti sampai situ, rupanya VidStatus juga berhubungan dengan aplikasi video lainnya. Aplikasi-aplikasi ini memiliki APK, website, dan struktur URL yang sama dengan milik QuVideo.

Hati-Hati, Fitur WhatsApp Ini Bisa Buat Nomor HP Terlacak Google

Cek Fakta: Pemerintah Akan Cabut Subsidi Elpiji 3 Kg Juli 2020? Ini Klarifikasinya