Daftar BUMN yang Akan Disuntik Uang Rakyat Rp 42,38 Triliun

20

Pemerintah lewat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menyuntik dana penyertaan modal negara (PMN) kepada sejumlah BUMN sebesar Rp 42,38 triliun. Rencana ini masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata menegaskan untuk bisa merealisasikan PMN pemerintah, baik Kementerian Keuangan maupun Kementerian BUMN memiliki beberapa klasifikasi.

PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI mendapatkan PMN paling banyak, yakni Rp 20 triliun.

Berikut ini daftar BUMN yang akan menerima PMN di tahun 2021 berikut dengan besarannya:

  1. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) Rp 20 triliun
  2. PT Hutama Karya (Persero) Rp 6,2 triliun
  3. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Rp 5 triliun
  4. PT Pelindo III (Persero) Rp 1,2 triliun
  5. PT Pal Indonesia (Persero) Rp 1,28 triliun
  6. PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) Rp 977 miliar
  7. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) Rp 470 miliar

Selain BUMN, penerima dana APBN tersebut juga akan diberikan untuk satu lembaga pembiayaan di bawah Kementerian Keuangan yakni Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Exim Bank. 

Pemerintah sendiri mengklaim kalau suntikan dana APBN ke sejumlah BUMN tersebut dilakukan demi kepentingan rakyat.

Dia mencontohkan, pemerintah tahun ini memberikan injeksi modal kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebesar Rp 2,5 triliun. Pasalnya, PMN merupakan BUMN untuk menyalurkan kredit kepada pelaku usaha mikro.

Dengan pemberian PMN tersebut harapannya bisa membantu masyarakat yang perekonomiannya tertekan akibat pandemi.

“Dikasih (PMN) itu untuk membuat BUMN bisa membantu masyarakat untuk survive, contoh PNM, itu support injeksi PNM tahun ini rencananya dua kali, Rp 1,5 triliun dan Rp 1 triliun,” kata Isa.

Laman: 1 2

You might also like
close