Dicopot dari pimpinan Baleg, ini sederet kontroversi Rieke Diah Pitaloka

32

Bird.petir.co- Nama Rieke Diah Pitaloka kembali menjadi perbincangan belakangan ini setelah Fraksi PDIP DPR RI mencopotya dari posisi Wakil Ketua Badan Legislatif DPR RI. Posisi Rieke itu digantikan oleh M. Nurdin dari anggota Komisi III yang merupakan pensiunan polisi.

Pencopotan Rieke ini pun menimbulkan banyak spekulasi. Banyak orang mengait-ngaitkan pencopotan Rieke dengan pembahasan RUU HIP yang ditunda. Meski demikian, fraksi yang menaunginya tak secara gamblang mengakui hal tersebut.

Nama Rieke Diah Pitaloka sebelumnya dikenal sebagai artis layar kaca. Ia terkenal lewat peran Oneng dalam sinetron komedi Bajaj Bajuri.

Ia kemudian banting setir menjadi politisi melalui PKB sebelum akhirnya berlabuh ke PDIP. Dalam perjalanan politiknya, Rieke sempat menuai beberapa kontroversi. Berikut beberapa di antaranya.

Dilaporkan terkait RUU HIP

Rieke Diah Pitaloka dan Hasto Kristiyanto dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Tim Advokasi Anti-Komunis (Taktis) terkait usulan RUU HIP.

Rieke berstatus sebagai terlapor yang memimpin rapat RUU HIP, sementara Hasto sebagai terlapor yang menginisiasi, memimpin, serta mengorganisasi usaha untuk mengubah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.

Dituduh sebarkan komunisme

Dalam aduan tersebut, dikutip Kumparan, Rieke dan Hasto juga dituduh menyusupkan dan menyebarkan jargon, paham, serta ideologi komunis dalam usaha mengubah Pancasila. Namun Polda Metro Jaya mengatakan pihaknya akan mengecek terlebih dahulu tuduhan tersebut.

Terkait RUU Omnibus Law

Sebelum Rieke dicopot dari pimpinan Baleg, ia juga menjadi Ketua Panja RUU HIP.

Ketua Fraksi PDIP, Utut Adianto mengatakan, pergantian dilakukan selain karena alasan rotasi biasa, juga untuk memaksimalkan kinerja dalam meloloskan RUU Omnibus Law dan RUU HIP, serta menurunkan tim terbaik PDIP di Baleg.

Laman: 1 2

You might also like
close