Hidup di Kandang Sapi, Warga Miskin di Salatiga Ini Belum Dapat Bansos Covid-19

37

Bird.Petir.co, SALATIGA – Satu keluarga di Salatiga yang hidup miskin di gubuk reyot bekas kandang sapi mengaku belum mendapat bansos Covid-19. Warga yang tinggal di bekas kandang sapi di Salatiga bersama keluarganya itu bernama Sugiman, 57.

Gubuk semipermanen berukuran 6×3 meter itu dihuni bersama istrinya, Ika, 32, dan tiga orang anaknya. Mereka menjadikan gubuk bekas kandang sapi itu sebagai tempat berlindung.

Sudah enam tahun lebih Sugiman tinggal di gubuk yang terletak di tengah perkebunan kayu sengon di RT 001/RW 005, Gedongan, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga itu.

Sugiman mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap. Dia hanya buruh serabutan. Sementara, istrinya kerap menjadi pembantu rumah tangga dengan upah Rp300.000 per bulan.

“Yang paling susah disini itu air karena harus mengambil dengan jalan kaki sekitar 300 meter. Itu sebenarnya tandon warga Nanggulan untuk menyirami tanaman, tapi kami ambil buat keperluan sehari-hari,” terang Sugiman.

Tak Dapat Bansos

Ironisnya, meski tidak berpenghasilan tetap dan tinggal di bekas kandang sapi, Sugiman tidak pernah mendapat bantuan pemerintah. Terlebih pada masa pandemi Covid-19. Dia belum pernah menerima bantuan apa pun dari pemerintah.

“Padahal, sekarang penghasilan menurun. Jarang sekali dapat order sejak pandemi corona,” jelasnya.

Dia mengaku pernah menanyakan kepada perangkat desa kenapa tidak dapat bantuan dari pemerintah. Namun, pemerintah desa berdalih warga Salatiga yang tinggal di kandang sapi itu tidak memiliki kartu keluarga yang sama dengan tempat tinggalnya.

“Jadi enggak dapat. Termasuk bantuan untuk warga yang terdampak corona, saya juga enggak dapat,” aku Sugiman.

Laman: 1 2 3

You might also like
close