in ,

Hukum Memakai Hand Sanitizer untuk Salat Menurut MUI

Semenjak COVID-19 menyebar di Indonesia, sejumlah protokol kesehatan dilakukan untuk mencegah penularan virus tersebut. Salah satunya adalah penyemprotan cairan disinfektan, termasuk tempat ibadah. Bahkan, masyarakat juga diimbau membawa cairan antiseptik atau hand sanitizer ketika bepergian.

Lalu, bagaimana hukumnya memakai cairan hand sanitizer atau antiseptik di tangan untuk salat?

Ketua Komisi Hukum MUI Mohammad Baharun mengatakan, hal tersebut termasuk masa’il fiqhiyah atau perkara hukum fikih. Ia menyebut ada sejumlah ulama yang berbeda pendapat soal hal ini.

“Ada sebagian pendapat ulama (yang hati-hati) yang menyatakan alkohol ini najis, karena minuman keras bahannya juga dari alkohol,” kata Baharun kepada kumparan, Senin (1/6).

Pendapat lainnya mengatakan tidak najis karena zat itu aslinya tidak najis. Tapi jika alkohol itu sudah diramu jadi minuman yang dapat memabukkan, maka najis.

“Boleh saja jika ada yang ambil pendapat meringankan: tidak apa-apa pakai hand sanitizer,” tegas Baharun.

“Prinsipnya agama itu memudahkan, bukan menyulitkan. Kecuali pada ketetapan-ketetapan yang sudah dipastikan hukumnya dalam nash,” ujar Baharun.

Sumber : kumparan.com

DPR Curiga Suntikan Negara Rp 8,5 Triliun Dipakai Garuda untuk Bayar Utang

Dukung Diskusi Pemecatan Presiden, Refly Harun Sebut Rezim Jokowi Bak Orde Baru: Tidak Dipercaya Rakyat Ya Harus Tahu Diri