Inilah Kota ‘Suci’ Islam ke-Empat di Dunia: Kariouan

34

Bird.petir.co-Suatu hari di awal abad ke-20, seorang pelukis Swiss-, Paul Klee berdiri menghadap gerbang kota Kairouan, Tunisia. Ia merenungi warna dan bangunan yang menjulang tinggi. Lantas berucap:”Warna kota ini telah merasukiku tanpa perlu kukejar. Ia akan terus merasukiku. Betapa indah saat ini: aku dan warna menyatu dalam lukisan.”

Cahaya dan warna kota itu kelak menjadi latar setiap lukisan Paul Klee.

Kairouan menyaksikan tumbuh dan tumbangnya berbagai dinasti Islam, dari Umayyah hingga Aghlabiyyah.

Terletak di tengah Tunisia, kota ini persis berada di antara wilayah pegunungan dan laut. Kairouan merupakan ibukota pertama Islam di wilayah Maghrib.

Dikutip dari Alif.id, ketika pemimpin pasukan Umayyah, Uqbah bin Nafi, melintasi padang pasir untuk memulai penaklukan di wilayah Maghrib dengan membangun sebuah kamp militer yang sangat strategis, tidak begitu dekat dengan laut dan juga tidak terlalu dekat dengan gunung.

Di wilayah kamp yang masih berupa hutan lebat dipenuhi binatang buas dan reptil ini, pada 670 Masehi, ia mendirikan kota Kairouan sebagai tempat mengumpulkan pasukan.

Wilayah ini sebelumnya telah menampung garnisun Bizantium dan berdiri jauh dari laut – aman dari serangan bangsa Berber yang selalu menentang invasi bangsa Arab.

Ada satu cerita menarik yang dikisahkan turun-temurun oleh kalangan masyarakat Kairouan.

Pada 670 M, Uqbah bin Nafi menemukan sebuah gelas bertatak emas di atas pasir, gelas yang hilang di sekitar mata air Zamzam di Mekah beberapa tahun sebelumnya.

Laman: 1 2 3

You might also like
close