Ironi Nadiem Makarim, CEO Ojol Memimpin Pendidikan, Semakin Amburadul!

30

Bird.Petir.co- Polemik yang dipantik Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani, mewakili surat rakyat yang tidak berdaya. Ia mengkritik kebijakan Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Kebijakan Nadiem dituding mencekik hidup anak-anak sekolah dari keluarga yang tidak mampu, serta menjerumuskan mereka ke jurang depresi dan trauma.

Kritik ini muncul karena Mendikbud tidak menjelaskan panduan detail model pembelajaran via daring selama masa pandemi Covid-19.

Kritik Zita dapat diterima. Tiga bulan sebelumnya, Nadiem sudah mengakui, “situasi pandemi Covid-19 membuat pembelajaran online tidak akan optimal dilakukan sekolah. Tidak semua daerah punya akses smartphone ataupun koneksi internet yang baik. Ini merupakan suatu hal yang menantang,” (Kompas, 27/3/2002).

Tiga minggu sebelumnya, sebelum mengeluh kesulitan menghadapi tantangan pembelajaran daring di masa pandemi, Mendikbud mantan CEO PT Gojek ini juga terkaget-kaget seakan-akan baru menyadari perkara baru terjadi di luar prediksi.

Ia baru sadar betapa parahnya ketimpangan antar daerah di Indonesia, di mana sejumlah daerah belum dialiri listrik.

Ungkapannya yang menggelikan di telinga pakar pakar pendidikan, “ada yang bilang tidak punya sinyal televisi. Bahkan ada yang bilang tidak punya listrik. Itu bikin saya kaget luar biasa,”.

Mantan CEO Ojol (Ojek Online) memimpin pendidikan sebuah bangsa yang besar memang sebuah ironi juga tragedi.

Laman: 1 2 3

You might also like
close