Kisah Briptu Nabhani, Polisi Sederhana yang Selalu Ingin Jadi Guru Mengaji

19
Briptu Nabhani Akbar mengajarkan santri Dayah Markaz Al Ishlah Al-Aziziyah, Lueng Bata, Banda Aceh, Rabu (1/7/2020).

Bird.petir.co- Jarang-jarang ada polisi yang jadi guru ngaji. Nabhani Akbar mungkin salah satunya. Abdi Negara ini ternyata tidak hanya pintar mengaji, tetapi juga jago bahasa Arab. Berkat kelebihannya itu pula ia bisa umrah ke Tanah Suci dan dalam waktu dekat ini berangkat ke Sudan. Namun dari semua pencapaiannya itu, cita-citanya hanya satu, tetap ingin menjadi guru ngaji.

NABHANI Akbar, polisi yang bertugas di Mapolda Aceh ini juga terkenal sebagai qari. Ia tidak hanya bertugas sebagai abdi negara, tetapi juga sebagai guru bagi para santri di Dayah Markaz Al Islah Al Aziziyah, Banda Aceh. Kegiatan mengajar ini ia lakukan sore hari sepulang bertugas dari rutinitasnya sebagai polisi.

Setiap hari, pria berpangkat Brigadir Satu (Briptu) ini selalu meluangkan waktunya untuk mengajarkan tilawah Alquran dan Bahasa Arab kepada puluhan santri, yatim korban tsunami dan korban konflik yang berasal dari seluruh Aceh.

Sebenarnya, sejak menjadi anggota polisi tahun 2014, Nabhani sudah menjadi guru ngaji bagi masyarakat di sekitar tempat tinggalnya di kawasan Polsek Luengbata, Kota Banda Aceh. Ia juga pernah menjadi juara Musabaqah Tilawatil Quran Polda Aceh pada tahun 2016. Atas prestasi tersebut, ia mendapatkan hadiah umrah ke Tanah Suci.

Selain itu, akibat kecakapannya dalam berbahasa Arab, Nabhani juga ditugaskan ke Sudan dalam misi perdamaian PBB sebagai penerjemah Bahasa Arab. Kemahirannya berbahasa Arab itu dia dapatkan saat menempuh pendidikan di salah satu dayah di kampung halamannya, Bireuen. Ilmu itulah yang kemudian ia aplikasikan kepada santri-santri di dayah tempat ia mengajar dan tinggal saat ini.

Laman: 1 2 3

You might also like
close