Kontroversi Evie Effendi, ustaz gaul yang ceramah pakai topi Yerusalem

22

Bird.Petir.co- Tampil beda sah-sah saja, apalagi kalau tujuannya untuk kebaikan. Hal ini sering dipraktekkan oleh para pendakwah muda agar lebih diterima umat, terutama kaum muda. Yup, penampilan penceramah kini tak terbatas pada gamis dan sorban. Mereka tampil dengan gaya berbeda, termasuk Ustaz Evie Effendi.

Ustaz Evie Effendi kerap tampil kasual ala milenial saat menyampaikan ceramah. Ia memang menyasar anak muda sebagai target pasar dan bisa dibilang cukup berhasil. Karena gayanya yang stylish, dia mendapat julukan ustaz gaul dengan jargon ‘gapleh’, gaul tapi soleh.

Penampilannya dikritik

Tapi gegara pakaian, si ustaz gaul panen cibiran. Hal ini bermula dari rekamannya saat berdwakwah yang mengenakan topi bertuliskan Jerusalem dan T-shirt hitam bertuliskan denim. Jerusalem sendiri merupakan kota suci yang menjadi sengketa antara umat Muslim, Nasrani dan Yahudi.

Ketika itu, dia menyampaikan ceramah tentang malam Nishfu Syakban. Ia juga sempat menyinggung soal penampilannya yang memakai topi bertuliskan Jerusalem dan mengaitkannya dengan hadis Nabi.

Ia mengatakan, “Nishfu syakban ini rata-rata hadisnya cacat. Tidak nyambung ke Nabi….qala rasulillah, Rasul bersabda ‘Barang siapa memakai topi Jerussalem, dia terancam masuk neraka pasti laku”, katanya dikutip dari Suara.com, Selasa, 23 Juni 2020.

Pernyataan tersebut kemudian ditanggapi oleh oleh Ustaz Dr. Syarif Hade melalui akun Facebook pribadinya. Ia mempertanyakan dasar acuan penampilan Ustaz Evie Effendie yang dinilai tidak mencerminkan seorang penceramah.

“Pakai kaos oblong Denim. Pakai topi Jerusalem. Dalilnya mana? Menyampaikan “ilmu agama” dengan cara dan style seperti ini ikut ajaran siapa? Dalilnya mana?.” Ustaz Dr Syarif Hade juga memintanya memperbaiki isi ceramah yang dianggap tak sesuai dengan dasar keilmuan Islam.

“Sok-sokan mempersoalkan dalil amaliah nishfu Syakban! Perbaiki saja dulu “qala rasulillah”-mu. Tambah wawasanmu soal hadis agar tak asal bunyi “dhaif nakir”. Tolong pensiun saja jadi ustaz! Dakwah boleh, jadi ustaz jangan!,” imbuhnya.

Laman: 1 2 3

You might also like
close