in , ,

KONTROVERSI Tri Rismaharini hingga Pernah Konflik dengan Ahok BTP

Bird.Petir.co- Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini berpamitan kepada warganya.

Momen tersebut terlihat dalam perayaan Hari Jadi ke-727 Kota Surabaya digelar di Balai Kota Surabaya pada Minggu (31/5/2020) lalu.

Seperti diketahui, 2020 adalah tahun terakhir wali kota yang akrab dipanggil Risma itu menjabat.

Risma memang sudah menjabat sebagai Wali Kota Surabaya selama dua periode.

Terakhir, Tri Rismaharini menjabat sebagai Wali Kota Surabaya untuk periode 2017-2021.

Selama menjabat sederet kontroversi mewarnai perjalanannya sebagai seorang Walikota Surabaya.

Apa saja kontroversi tersebut? Berikut rangkumannya dilansir dari wikipedia:

1. Isu membeli penghargaan

Pada April 2014, Risma mengklaim bahwa Kota Surabaya telah mendapatkan penghargaan Socrates Award untuk kategori Future City dari European Business Assembly (EBA), yang kemudian diarak di kota Surabaya.

Namun, penghargaan ini menimbulkan polemik setelah diketahui bahwa penghargaan yang diperoleh Risma bukanlah Socrates Award, tetapi United Europe Award yang dinobatkan bagi mereka yang memiliki kontribusi pribadi untuk integrasi Eropa.

Nama Risma dan Surabaya juga tidak masuk dalam daftar penerima Socrates Award di situs EBA.

Selain itu, menurut laporan Center for Investigative Reporting di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, pada Agustus 2013, terdapat biaya yang harus dibayarkan untuk memperoleh penghargaan dari EBA, dan biaya untuk memperoleh United Europe Award adalah 3.900 euro.

Akibatnya, muncul dugaan bahwa Risma menggunakan anggaran kota untuk “membeli” penghargaan.

Juru bicara pemerintah kota Surabaya Muhammad Fikser menampik bahwa Risma telah menggunakan anggaran kota untuk mengambil penghargaan tersebut, dan menyatakan bahwa 3.900 euro digunakan untuk biaya seminar.

2. Kasus Pasar Turi

Pada bulan Mei 2015, PT Gala Bumi Perkasa selaku pengembang Pasar Turi melaporkan Tri Rismaharini yang menjabat sebagai wali kota Surabaya ke Polda Jawa Timur karena dianggap tidak kunjung melakukan pembongkaran terhadap Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Turi yang berada di depan bangunan Pasar Turi Baru.

Hal ini dianggap oleh PT Gala Bumi Perkasa melanggar perjanjian yang dilakukan antara Pemerintah Kota Surabaya dan pengembang Pasar Turi. Di dalam perjanjian tersebut dinyatakan bahwa jika Pasar Turi telah selesai dibangun, maka pedagang di TPS akan dikembalikan ke gedung Pasar Turi.

Setelah beberapa waktu, pengembang menyatakan bahwa pembangunan Pasar Turi telah selesai. Akan tetapi, Risma menyatakan pembangunan belum selesai, karena menurutnya pembangunan masih berjalan 80 persen dan terdapat beberapa hal yang harus diperbaiki.

Di akhir bulan Oktober 2015, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mengklaim bahwa Tri Rismaharini ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penyalahgunaan wewenang Pasar Turi.

Risma dianggap menyalahgunakan wewenangnya sebagai wali kota Surabaya karena melakukan pembiaran terhadap bangunan TPS Pasar Turi. Pernyataan ini didasarkan pada keterangan adanya Surat Perintah Dimulainya Penyidikan atau SPDP yang dikirimkan Polda Jatim kepada Kejaksaan Tinggi Jatim.

8 Fakta Virus Ebola, Berasal dari Hewan Liar dan Menular dari Manusia ke Manusia

Berani Korupsi Saat Pandemi Covid-19, Siap-Siap Dihukum Mati