Masih Mau Jadi Bucin Pemerintahan Pak Jokowi Pada Situasi Begini?

24

Bird.Petir.co- Kalau ente kritik pemerintah, jadi hal biasa kalau ente dianggap salah satu di antara kampret gagal move on atau kadrun, bagi bucin pemerintahan Pak Jokowi.

Kurva pandemi terus menanjak, seiring jumlah kasus terkonfirmasi, ODP, PDP, dan pasien yang dinyatakan sembuh maupun meninggal juga terus bertambah. Belum ada kepastian tentang vaksinnya, apalagi soal nasib masyarakat yang terancam maupun yang telah menjadi korban terdampak langsung maupun tak langsung dari wabah ini. Tak seorangpun sudi bertanggung jawab atas nasib mereka (dan kita).

Kepastian lainnya, ke depannya kita akan semakin sering menjumpai bucin politik yang militan mengabdikan dirinya demi membela tegaknya citra pemerintahan Pak Jokowi. Termasuk ihwal langkah-langkah dalam menghadapi pandemi—wabilkhusus di medsos. Saking militannya, mereka ini lebih mirip bucin ketimbang lovers. Sejak bertahun lalu, saya lebih suka menyebut spesies hibrida satu ini sebagai bucin politik.

Narasi inti yang diusung itu-itu saja: Pokoknya apa yang dilakukan pemerintah PASTI benar. Ente mengritik pemerintah, ente pasti salah satu di antara kampret gagal move on, kadrun, atau keduanya sekaligus di mata bucin Pak Jokowi. Elu boleh meragukan Tuhan, tapi jangan sekali-sekali berani mencela pemerintahan Pak Jokowi. Kira-kira gitu.

Segala jurus akan dipakai untuk menyangkal kritik. Mulai dari penyederhanaan masalah, hingga pembunuhan karakter. Praktik “kill the messenger” mulai sering kita temukan lagi. Misalnya, ketika Dandhy Dwi Laksono dituding sebagai keturunan dan antek PKI karena gemar mengritik pemerintah.

Lucunya, tak sedikit di antara mereka yang gencar mem-“PKI”-kan Dandhy ini adalah orang-orang yang sama yang tadinya menertawakan isu kebangkitan PKI dan komunisme ketika disuarakan Kivlan Zen dan orang-orang sebarisannya.

Demikian pula dengan Ravio Patra, aktivis lainnya, yang ketika sempat ditangkap aparat, langsung dijelek-jelekkan beramai-ramai, termasuk oleh mereka yang sebelumnya bahkan belum pernah mendengar namanya.

Laman: 1 2 3

You might also like
close