Masjid di Tepi Samudra Atlantik yang Bersinar sampai Mekah

293

Bird.petir.co- Gagah berdiri di tepi Samudra Atlantik, Masjid Hassan II menjadi salah satu bangunan bersejarah kebanggaan Maroko.

Masjid Hassan II yang dibangun di “Kota Putih” Casablanca pada tahun 1993 oleh arsitek Prancis Michel Pinseau ini merupakan masjid terbesar ke-dua di benua Afrika dan terbesar ke-tujuh di dunia.

Pinseau terinspirasi oleh gaya bangunan khas bangsa Moor dalam merancang masjid ini.

Walau arsiteknya penduduk Prancis, namun segala bahan pembangunan masjid berasal dari tanah Maroko, mulai dari marmer asal Agadir, kayu asal Pegunungan Middle Atlas, sampai batu granit asal Tafraoute.

Sebanyak 6.000 penduduk dan perajin di Maroko turun tangan dalam pembuatan Masjid Hassan II.

Pembangunan masjid berawal atas ide dari mendiang Raja Hasan II yang dimulai sejak tahun 1989.

Ia ingin masjid yang setengah berada di lautan dan setengah berada di daratan, sehingga umat Muslim bisa terus mengingat Allah SWT.

Dana pembuatan masjid dua lantai ini hingga US$700 juta, jumlah yang sangat fantastis pada saat itu.

Eksterior masjid nampak seperti gereja di Eropa, namun interiornya amat kental kesenian Maroko.

Laman: 1 2

You might also like
close