Mengenal Remdesivir, Obat Gilead yang Manjur Lawan Corona

22

Harapan segera musnahnya corona dari muka bumi muncul setelah Amerika Serikat melaporkan adanya obat yang efektif menyembuhkan pasien corona (Covid-19) dalam waktu singkat. Obat tersebut diproduksi oleh Gilead Science dan sebelumnya diperuntukkan guna menangani pasien Ebola.

Dalam penelitian Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) AS sekitar 50% pasien yang diobati meninggalkan rumah sakit dalam dua minggu. “Data menunjukkan remdesivir memiliki dampak positif yang jelas dan signifikan dalam mengurangi waktu pemulihan,” ujar Penasehat Kesehatan Gedung Putih Anthony Fauci.

Ya, redemsivir adalah nama obat yang diproduksi perusahaan AS tersebut. Obat ini dikatakan dapat memblokir virus dan memunculkan fakta bahwa COVID-19 bisa diobati.

Badan Pengawas dan Makanan (FDA) AS pun telah secara resmi telah memberi izin penggunaan remdesivir, obat yang diproduksi Gilead Science, untuk mengobati corona. Meski begitu Uni Eropa mengaku belum akan mengizinkan penggunaan obat ini karena menunggu penelitian lebih lanjut, kecuali darurat oleh para dokter.

Lalu apa sebenarnya remdesivir ini?

Remdesivir sebenarnya merupakan obat antivirus. Ia pertama kali dikembangkan untuk mengatasi penyebaran virus Ebola, yang muncul Afrika tahun 2016 lalu.

Di 2019, studi soal remdesivir dihentikan. Pasalnya, obat ini tidak memiliki pengaruh pada pasien. Namun di 2020, obat ini kembali diuji melawan SARS-Cov 2 nama virus penyebab COVID-19.

Dari pengujian NIAID yang melibatkan 1.000 orang, ditemukan fakta bahwa remdesivir mampu mengurangi gangguan pernapasan lebih cepat dibanding obat lainnya. Saat treatment dilakukan, plasebo menjadi obat alternatif lain.

Pengguna remdesivir ternyata lebih cepat sembuh dibanding plasebo. Sebanyak 50% pasien bisa ke luar rumah sakit dalam waktu 11 hari, sementara plasebo 15 hari.

Laman: 1 2

You might also like
close