Miris Melihat Jenazah ABK Indonesia Dibuang ke Laut. Susi Pudjiastuti: Jadi Teringat Kasus Benjina

180

Bird.petir.co– Pada 6 Mei kemarin, di twitter, instagram dan youtube telah ramai dengan kasus jenazah Abk Indonesia di buang ke laut. Susi Pudjiastuti sebagai Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, turut memantau pemberitaan mengenai ABK WNI di kapal Longxing 629 milik Tiongkok.

Susi mengaku sedih mengetahui kejadian ini yang serupa dengan kasus perbudakan Benjina. Susi menjelaskan beginilah dampaknya jika aktivitas kapal ilegal tidak dihentikan.

“Itulah kenapa Ilegal Unreported Unregulated Fishing harus dihentikan. Ingat dulu kasus Benjina. Di bawah ini berita dari Korea (emoji bersedih),” tulis Susi Pudjiastuti di twitter, Rabu (6/5/2020).

Susi menjelaskan bahwa perbudakan di kapal bukan pertama kalinya, melainkan sudah terjadi selama bertahun-tahun. Misalnya, insiden di perairan Somalia saat ABK WNI meninggal karena kelaparan.

Susi melanjutkan penjelasannya, “tonton Benjina .. yang begini ratusan sudah terjadi bertahun tahun. Abk Indonesia di perairan Somalia, yang mati kelaparan satu persatu dikapal dilepas pantai. Tidak ada suplai .. cari artikelnya pasti ada.”

Pada tahun 2015, kasus Benjina yelah terungkap. Pada waktu itu, Tim Satgas Pemberantasan Illegal Fishing menemukan ratusan ABK asing yang diduga menjadi korban perbudakan sebuah perusahaan perikanan berbendera Thailand, di Benjina, Kepulauan Aru, Maluku.

Wakru itu, ABK kebanyakn berasal dari Myanmar, Kamboja, dan Laos. Jumlahnya pun tidak sedikit, dengan total 322 ABK ditemukan dalam kondisi memilukan di kawasan PT Pusaka Benjina Resources.

Sumber: indozone

You might also like
close