Penyerang Polsek Daha Diduga Terpapar Paham Radikal dari Internet

14

Bird.Petir.co- Jajaran Polda Kalimantan Selatan masih menyelidiki kasus penyerangan Polsek Daha Selatan. Sejauh ini, pelaku penyerangan diduga terpapar paham radikal dari internet.

“Diserang oleh seorang lelaki yang merupakan lonewolf dengan mempelajari paham radikal dari internet,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono kepada wartawan, Selasa (2/6).

Penyelidikan mendalam masih dilakukan guna memastikan kemungkinan terlibatnya pelaku dengan jaringan teroris tertentu. Pelaku sendiri terpaksa diberi tembakan usai tak mau mengindahkan peringatan agar menyerah.

Di sisi lain, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memutuskan memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada anggota polisi yang tewas dalam insiden penyerangan tersebut. Selain itu, anggota yang mengalami luka pun mendapat promosi yang sama.

“Dan terhadap anggota yang melakukan tindakan tegas juga akan diberikan KPLB oleh Kapolri,” jelas Argo.

Sebelumnya, OTK menyerang anggota Polsek Daha Selatan, Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) pada Senin (1/6) pukul 02.15 WITA. OTK tersebut melukai 2 anggota polisi dengan senjata tajam jenis samurai.

Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Mochamad Rifa’i mengatakan, tindakan tegas diambil oleh petugas kepada pelaku. Karena pelaku tak mau menyerahkan diri usai diberi peringatan .

“Mulanya, pelaku lebih dulu melakukan pembakaran mobil patroli Polsek Daha Selatan yang kemudian ia melakukan penyerangan kepada petugas menggunakan sebilah Samurai,” kata Rifa’i.

Akibat serangan ini, seorang petugas meninggal dunia. Tak berhenti disitu, pelaku kemudian melakukan penyerangan kepada anggota lainnya hingga membuat luka bacok.

Laman: 1 2

You might also like
close