Sudah Hari ke-10 PSBB di Surabaya, Tapi Kasus Positif Semakin Tajam

43

Bird.petir.co- Terhitung sudah memasuki hari ke-10 PSBB di Surabaya, namun kasus positif semakin melejit tinggi. Bahkan lebih tinggi dari daerah Jawa Timur lainnya seperti Gresik dan Sidoarjo yang juga menerapkan PSBB bersama Surabaya.

Pada Kamis (7/5) kemarin, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Joni Wahyuadi mengatakan “Surabaya naiknya tinggi, upayanya harus jauh lebih tinggi dari Gresik dan Sidoarjo, jadi mohon maaf ini kajian dari sisi ilmiah, enggak ada kaitannya dengan sisi politis, di ilmiah demikian.”

Sebelum PSBB terhitung dari 20 – 27 April, Joni mencatat jumlah kasus di Surabaya tercatat sebanyak 74 kasus. Sedangkan saat pelaksanaan PSBB dari tanggal 28 – 7 Mei kemarin, mengalami peningkatan sebanyak 218 kasus.

Beralih di Kabupaten Gresik, sebelum PSBB dari 20 – 27 April, kasus hanya bertambah 2 orang saja. Sedangkan saat penerapan PSBB 28 April – 7 Mei, kasus bertambah sebanyak 11 orang.

Terakhir di Sidoarjo, sebelum PSBB 20 – 27 April tercatat penambahan sebanyak 24 kasus. Sementara saat pelaksanaannya 28 April – 7 Mei, meningkat sebanyak 72 kasus.

Jadi hasil kesimpulan sampai dengan hari Kamis (7/5) kemarin, Joni mengungkapkan bahwa jumlah kasus di Surabaya tercatat menduduki paling banyak hingga 592 pasien. Dan jelas lebih tinggi dibandingkan kedua kota, Surabaya dan Gresik tersebut.

Sama halnya dengan angka kasus kematian yang berjumlah 78 orang di Surabaya. Jumlah itu lebih banyak ketimbang Sidoarjo sebanyak 16 orang dan Gresik berjumlah 6 orang.

“Kematian memang ekstrem, di Surabaya naiknya paling tinggi, diikuti Sidoarjo dan Gresik, kematian sama-sama naik,” jelas Joni, yang juga Direktur RSUD dr Soetomo, Surabaya ini. 

Tak hanya itu, kata Joni, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Surabaya juga terus mengalami kenaikan. Kini tercatat 1.461 banyaknya, sedangkan dua daerah lainnya yakni Sidoarjo sebanyak 214 PDP dan Gresik dengan 158 PDP.

Laman: 1 2

You might also like
close