Terdapat 26 Kilogram Sampah Infeksius Covid -19 di Jakarta Pusat

42

Mendapat laporan dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat mengumpulkan sampah limbah infeksius sebanyak 26 kilogram selama wabah Covid-19 dari April 2020 di delapan kecamatan. Sampah infeksius itu berupa masker, sarung tangan, bahkan hazmat sekali pakai.

Sampah-sampah bekas kegiatan medis seperti masker, sarung tangan, atau baju hazmat. Pokoknya semuanya dikumpulkan per kecamatan, nanti ditaruh di tempat pembuangan sampah (TPS) terakhir yaitu tingkat kota TPS Dakota di Kemayoran,” ujar Kepala Seksi Kebersihan Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat Risad Saristian saat dihubungi, di Jakarta, Selasa 5 Mei 2020.

Risad mengatakan petugas-petugas yang bertanggung jawab mengangkut sampah infeksius selama pandemi COVID-19 diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap yang telah disediakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta. Sebab, limbah yang mereka angkut adalah sampah bahan berbahaya dan beracun atau limbah B3.

“Petugas maksimal lima orang, nanti sampahnya kita kantongin dengan warna khusus, kalau ga salah warna kuning,” kata Risad.

Sampah-sampah infeksius di TPS Dakota itu nantinya diangkut oleh pihak ketiga yaitu PT Wastec International yang telah ditunjuk oleh Dinas LH untuk mengolah limbah-limbah infeksius di DKI Jakarta.

“ada proses pengolahannya seperti apa, kita juga kurang tahu. Karena tingkat kota hanya sampai tahap pengumpulan sampah-sampah infeksius itu,” jelas Risad.

Berikut adalah data limbah-limbah infeksius secara terperinci dari sejumlah RS kasus Covid-19 yang berasal dari masing-masing kecamatan:Kemayoran menampung 12 kilogram, Senen menampung 9 kilogram, Menteng 2 kilogram, Johar Baru 2 kilogram, Gambir 0,5 kilogram, Gambir 0,5 kilogram, Cempaka Putih 0,2 kilogram. Adapun yang tidak menampung sampang infeksius yaitu berasal dari kecamatan Sawah Besar.

Sumber: tempo.co

You might also like
close