in , ,

VIRAL!! Awan Berbentuk Lafadz Allah, Dukhan atau Pertanda Virus Corona Segara Berakhir? Simak Penjelasannya!

Bird.petir.co – Warganet di hebohkan Lini masa media sosial dengan postingan foto yang menunjukan penampakan alam, awan berbentuk lafadz Allah dibawah bulan penuh (supermoon) pada, Kamis (7/5/2020) malam.

Penampakan tersebut diketahui dari unggahan salah satu warga Desa Cisalak, Cisarua, Kabupaten Sumedang, dengan akun Facebook Jiang Mara.

“Fenomena Bulan Barusan di atas bumi Cisalak Sumedang.. nampak indah sperti membentuk lafadz Alloh..Subhanalloh..,” demikian tulis Jiang Mara.

Terlepas dari unggahan foto tersebut, banyak netizen yang menafsirkan hal itu ada kaitannya dengan isu yang sempat ramai beredar yaitu tentang dukhan, ada pula yang menyakini bahwa hal ini sebagai tanda hilangnya wabah virus corona.

“Semoga ini pertanda baik, Corona bakal menghilang.?? amin,” komentar akun @erik_manuell.

“Subhanallah..semoga ini petanda baik,” komentar akun @try_beybeh

“Apakah pertanda dukhon dini hari nanti?????,” tulis @mamok.brandos

“?????apakah addukhon benar trjadi jumat ini? ????????????,” komentar @adlinn29.

Dari komentar netizen, berikut penjekasan sains, yang dilansir melalui laman okezone.com, berikut penjelasannya.

Mengutip halaman Univers Today, Selasa (10/10/2017) kebanyakan awan berwarna putih karena partikel air dan es yang membentuk awan tersebut dengan paparan cahaya. Namun, ketika terlalu banyak partikel air dan es awan tersebut akan membentuk badai.

Dengan kata lain, terlalu banyak partikel air dan es mencegah sebagian cahaya terlepas dari awan sehingga menjadi badai gelap.

Fase pertama terbentuknya awan di langit ialah karena air menguap, naik, dan mengisi atmosfir. Uap air kemudian menempel pada banyak partikel atau debu lain yang ditemukan di atmosfer. Debu ini berasal dari asap mobil, api, gunung berapi, bakteri, dan cipratan air laut.

Saat uap air naik, air akan menjadi dingin. Semakin rendah suhu udara, kapasitasnya untuk menahan uap air (dikenal sebagai titik jenuh udara) juga turun. Akhirnya uap air yang naik akan mengembun dan membentuk struktur awan. Bentuk awannya sendiri tergantung pada suhu serta pergerakan angin saat itu.

Sumber: okezone.com dan indozone.id

Benarkah Dukhan Akan Terjadi Malam Ini? Ini Penjelasan Menurut MUI

Sudah Hari ke-10 PSBB di Surabaya, Tapi Kasus Positif Semakin Tajam