Virus Corona: Kisah Tunawisma Dipindahkan ke Hotel Berbintang

81

Pemerintah negara bagian New South Wales, Australia memindahkan ribuan warga tunawisma di negara bagiannya untuk tinggal di hotel berbintang. Bagaimana pemerintah daerah dengan ibukota Sydney ini bisa melakukannya dan apakah bisa diterapkan di kota-kota besar dunia lainnya, seperti Jakarta?

Upaya pemindahan tunawisma ke hotel bintang tiga, empat, dan lima, dilakukan setelah melihat para tunawisma yang tidak lagi mungkin melakukan kebijakan “social distancing” di jalanan dan rumah penampungan.

Matthew, adalah salah satu warga tunawisma yang dipindahkan ke hotel berbintang selama 30 hari, karena memiliki daya tahan tubuh yang lemah sehingga beresiko tinggi tertular virus corona.

Kepada ABC ia mengatakan merasa senang karena bisa mengisolasi diri di hotel, setelah hampir 22 tahun tidur di jalanan dan tempat penampungan.

Tapi tetap saja ada kekhawatiran, karena ia mengaku tidak mau merasa sendirian.

Untuk dapat tetap berhubungan dengan teman-temannya yang belum berkesempatan untuk pindah ke hotel, Matthew yang tinggal di rumah penampungan “Haymarket Foundation”, mencatat nomor telepon mereka.

Ketika sampai di hotel, Matthew dilayani manajer hotel untuk check-in, dan disambut oleh petugas hotel yang membantu membawakan barangnya ke kamar.

Reaksi positif dikeluarkan Matthew melihat kondisi kamar hotelnya yang berbeda 180 derajat dengan akomodasi yang biasa ia tinggali.

“Saya terkejut. Biasanya, saya ditempatkan di akomodasi sementara berbintang satu yang terlihat seperti “dump” [tempat pembuangan],” kata dia.

Laman: 1 2 3

You might also like
close